Tanggapan KPK Atas Vonis Tiga Penyuap Anggota DPRD Kalteng

publicanews - berita politik & hukumTiga Petinggi Sinarmas usai sidang tuntutan dua pekan lalu. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan tanggapan terkait vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat terhadap tiga terdakwa penyuap anggota DPRD Kalimantan Tengah.

"Yang pasti pertama itu artinya dakwaan KPK itu dikabulkan oleh Hakim ya terbukti bersalah melakukan korupsi itu satu hal penting saya kira," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Rabu (13/3).

Febri menambahkan pihaknya tetap menghormati putusan yang dijatuhkan hakim meskipun lebih rendah dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU)

"Juga pertimbangan-pertimbangan hukum yang lebih detail tentu saja kami akan melakukan analisis terlebih dahulu," ujar Febri.

Dalam waktu tujuh hari kedepan ini KPK akan menyampaikan apakah nantinya akan mengajukan banding ataupun menerima putusan hakim. Febri mengatakan saat ini KPK juga tengah mencermati persidangan anggota DPRD Kalteng yang baru saja dimulai.

Diketahui ketiga terdakwa yakni Willy Agung Adipradhana sebagai Direktur Operasional Sinar Mas wilayah Kalimantan Tengah IV sekaligus CEO Perkebunan Sinar Mas 6A Kalimantan Tengah-Utara.

Kemudian, Teguh Dudy Syamsuri Zaldy selaku Department Head Document and License Perkebunan Sinar Mas untuk wilayah Kalimantan Tengah-Utara, terakhir Wakil Direktur Utama PT SMART Tbk sekaligus Direktur PT BAP, Edy Saputra Suradja telah dijatuhi vonis 1,8 tahun dan pidana denda Rp 100 juta apabila tidak membayar diganti dengan pidana kurungan 2 bulan.

Sementara tuntutan Jaksa sebelumnya 2,5 tahun penjara serta denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. 

Hakim mengatakan ketiganya terbukti melakukan suap Rp 240 juta agar DPRD Kalimantan Tengah tidak melakukan rapat dengar pendapat atas temuan pencemaran danau Sembuluh yang dilakukan oleh PT Binasawit Abadi Pratama (BAP). (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top