Lucas Sebut Kasusnya Sebuah Dagelan

publicanews - berita politik & hukumTerdakwa kasus upaya merintangi penyidikan KPK terkait Eddy Sindoro, Lucas, saat sidang tuntutan pekan lalu. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Terdakwa kasus upaya merintangi penyidikan KPK terkait Eddy Sindoro, Lucas masih tidak terima dakwaan Jaksa KPK. Ia menyebut kasus yang menjeratnya hanya sebuah dagelan.

"Jadi, perkara ini betul-betul perkara dagelan. Hanya saya dikambinghitamkan saja. Saya tidak tahu ada dendam apa, ada sakit hati apa, saya engga ngerti," ujar Lucas di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/3).

Lucas menyoroti sosok Dina Soraya. Pasalnya menurut Lucas dalam dakwaan ia dinyatakan bersama-sama dengan Dina Soraya melanggar Pasal 21 tipikor dan Pasal 55 ayat 1 ke-1. Namun hingga sampai tahap penuntutan kasusnya ujar Lucas, KPK tidak pernah menjelaskan di mana keberadaan Dina Soraya.

"Dia tidak dijadikan terdakwa, tersangka, bahkan sprindik pun terhadap Dina Soraya pun tidak ada. Dia menjadi saksi mahkota yang memutarbalikkan fakta merugikan saya. Sehingga saya jadi terdakwa," ujar Lucas.

Lucas juga menyinggung soal uang yang 46 ribu dolar Singapura yang disebut Jaksa digunakannya untuk proses membantu Eddy Sindoro kabur kembali keluar negeri setelah dideportasi pihak Malaysia.

"Saya tidak terima apa-apa dari Eddy Sindoro, ESI tidak meminta bantuan kepada saya. Kenapa saya harus keluarkan uang? Kenapa saya harus membantu? Itu hal yang tidak logis," ujar Lucas.

Pada sidang pekan kemarin, Jaksa Penuntut Umum pada KPK menuntut Majelis hakim menjauh vonis 12 tahun penjara. Jaksa menilai mantan pengacara Presiden Komisaris Lippo Group sekaligus Chairman PT Paramount Enterprise International Eddy Sindoro itu terbukti merintangi penyidikan KPK.

Jaksa juga menuntut Lucas membayar denda Rp 600 juta subsidair 6 bulan kurungan. Tidak ada hal yang meringankan dalam pertimbangan jaksa.

"Menyatakan terdakwa Lucas telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum secara sah bersalah bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 21," ujar Jaksa Basir di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (6/3).

Dalam dakwaan Jaksa, Lucas diduga berperan membantu Eddy Sindoro saat berstatus tersangka kasus suap pemulusan perkara di PN Jakarta Pusat untuk kembali ke Indonesia. Adik Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, terpidana kasus suap perizinan Meikarta, itu dideportasi dari pelariannya di Malaysia pada 29 Agustus 2016. 

Atas bantuan Lucas dan Dina Soraya, ujar Jaksa, Eddy hanya 'numpang menginjakkan kaki' di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, untuk kemudian terbang ke Myanmar pada hari yang sama.

Jaksa menjerat Lucas dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top