Bupati Neneng Kantongi Rp 10 M Usai Teken IPPT Meikarta

publicanews - berita politik & hukumTerdakwa kasus dugaan suap perizinan Meikarta Neneng Hasanah Yasin dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/2) lalu. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Bandung - Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin kembali menjalani sidang kasus suap perizinan proyek Meikarta. Sidang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Rabu (13/3).

Jaksa KPK menghadirkan saksi mantan ajudan Neneng, E Yahya Taufik. Ikut bersaksi eks Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto beserta dua anak buahnya Edi Dwi Soesianto dan Satriyadi.

Taufik menceritakan pertemuan dengan Edi dan Satriyadi yang mengurus perizinan proyek Meikarta. "Pertemuan di Masjid Cibiru, Kota Bandung," kata Taufik.

Kepada Taufik, keduanya membicarakan pengajuan Izin Peruntukan dan Pengolahan Tanah (IPPT) seluas 430 hektare. Satriyadi sempat menanyakan biaya untuk mengurus izin tersebut. Taufik mengaku tidak tahu.

"Pak Satriyadi bilang untuk seluruh perizinan Rp 20 miliar cukup tidak," ujar Taufik mengulang pernyataan Satriyadi dalam pertemuan itu.

Permohonan IPPT pun diajukan seluas 143 hektare, tetapi hanya disetujui 84,6 hektare oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Bekasi.

Tandatangan IPPT dilakukan Neneng pada 12 Mei 2017. Menurut Taufik, karena yang disetujui hanya separuh dari permohonan maka dana yang akan dicairkan sebesar Rp 10 miliar.

"Ibu Bupati tanya ke saya komitmen itu, dan beliau sampaikan Rp 10 M bisa diangsur," Taufik menjelaskan.

Pembayaran dilakukan secara bertahap pada Juni, Juli, Agustus, September, dan Januari 2018 senilai Rp 10,5 miliar. Neneng mengantongi Rp 10 miliar dan Taufik kebagian Rp 500 juta.

Satriyadi membenarkan menjanjikan Rp 20 miliar untuk Neneng. Tapi, ia mengatakan saat itu ia sekadar bercanda.

"Memangnya Satriyadi menyampaikan Rp 20 M itu sambil tertawa," jaksa KPK Yadyn menanyakan.

"Tidak sambil tertawa," kata Edi.

Selain Neneng, terakwa lain dalam sidang kasus suap dari Lippo Group ini adalah Jamaludin, Sahat Banjarnahor, Neneng Rahmi Nurlaili, dan Dewi Tisnawati. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top