Suap Dana Hibah KONI

KPK akan Hadirkan Menpora Imam Nahrawi dan Asprinya

publicanews - berita politik & hukumMenpora Imam Nahrawi saat dipanggil KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sejumlah saksi yang pernah diperiksa KPK dalam kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bakal dihadirkan dalam sidang.

Diketahui, Menpora Imam Nahrawi dan asisten pribadinya Miftahul Ulum pernah dipanggil KPK.

Nama Miftahul disebut dalam dakwaan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum Jhonny E Awuy yang telah digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/3). Menurut Jaksa KPK, Miftahul memiliki peran besar dalam menentukan besaran fee suap dari petinggi KONI kepada pejabat Kempora. Fee tersebut untuk persetujuan dan pencairan dana hibah. 

"Nanti JPU yang akan mengajukan siapa yang dipanggil misalnya Menpora atau staf ahli atau deputi di Kempora atau Ketua KONI," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin (11/3) malam. 

Tak hanya dalam pencairan dana hibah Asian Games dan Asian Paragames, surat dakwaan itu juga menyebutkan peran Miftahul dalam proses persetujuan dan pencairan dana hibah pengawasan dan pendampingan Seleksi Calon Atlet dan Pelatih Atlet Berprestasi 2018. Miftahul mengarahkan Ending Fuad untuk memerintahkan Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Pusat Suradi mencatat nama-nama pejabat Kempora yang akan mendapat fee dari dana hibah yang disetujui Kempora sebesar Rp 17,9 miliar.

Dakwaan tersebut belum menguraikan seluruh fakta yang ada. Fakta-fakta mengenai peran sejumlah pihak akan dibuka dalam proses persidangan. KPK juga akan mencermati dan mendalami peran setiap pihak yang mencuat dalam proses persidangan. 

"Pasti didalami. Peran pihak lain juga akan diuraikan di persidangan. Ada cukup banyak saksi yang sudah diperiksa sebelumnya, mulai dari level Menpora, kemudian Deputi di Kempora, tim verifikasi Kempora juga pejabat di KONI," ujar Febri.

Soal kapan saksi-saksi tersebut akan diperiksa di persidangan, Febri menyebut tergantung dari Jaksa. "Kapan itu, JPU yang nanti akan mengusulkan," Febri menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top