Masih Ada Pejabat Lain, KPK akan Tuntaskan Suap SPAM

publicanews - berita politik & hukumPasutri tersangka kasus dugaan suap proyek SPAM Budi Suharto dan Lily Sundarsih. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga masih ada sejumlah pejabat Kementerian PUPR yang menerima duit panas dari proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Kasus ini telah menjerat beberapa pemegang proyek SPAM di sejumlah daerah di Indonesia.

"Dalam kasus suap proyek penyediaan air minum ini, KPK terus menelusuri dan akan mengejar aliran dana pada pejabat yang pernah menerima, terutama di Kementerian PUPR sebagai pokok perkara dalam kasus ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangan tertulisnya, Senin (11/3). 

Saat ini sudah ada 59 pejabat Kementerian PUPR --sebagian besar merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)-- telah mengakui menerima uang suap. Total KPK sudah menerima pengembalian uang senilai total Rp 22 miliar, 148.500 dolar AS, dan  28.100 dolar Singapura.

KPK juga menyita rumah dan tanah di kawasan Sentul, Bogor, serta emas batangan seberat 500 gram. Kedua aset tersebut disita dari dua pejabat.

Siang tadi, penyidik telah merampungkan pemeriksaan Direktur Proposal PT Bayu Surya Bakti Konstruksi Dani Parmawanti Suparmo. Febri mengatakan, penyidik mengonfirmasi aliran dana kepada pejabat Kementerian PUPR, kepada tersangka Kepala Satuan Kerja (Kasatker) SPAM Strategis sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung, Anggiar Partunggul Nahot Simaremare.

"Penyidik menelusuri dugaan aliran dana pada tersangka ARE (Anggiar Partunggul Nahot Simaremare) dan juga pihak lain," Febri menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top