Suap Dana Hibah KONI

Aspri Imam Nahrawi Ikut Tentukan Fee 19 Persen untuk Kemenpora

publicanews - berita politik & hukumMiftahul Ulum bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sidang kasus dugaan korupsi dana hibah Kemenpora kepada KONI Pusat digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/3). Terdakwanya adalah Sekretaris Jenderal KONI Endang Fuad Hamidy dan Bendahara Umum Johny E Awuy.

Keduanya diduga menyuap pejabat Kemenpora total sebesar Rp 30 miliar. Dalam dakwaannya, Jaksa KPK Ronald F Worotikan menyebutkan peran asisten pribadi (Aspri) Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Miftahul Ulum.

Menurut Ronald, Miftaful memerintahkan Endang untuk mencatat pejabat Kemenpora yang akan menerima fee atas pencarian dana untuk pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi SEA Games 2018 itu.

"Sesuai arahan Miftahul, terdakwa memerintahkan Suradi selaku Sekretaris Bidang Perencanaan Anggaran KONI untuk mengetik daftar rincian para penerima dana komitmen fee dari pihak Kemenpora," ujar Ronald di Pengadilan Tipikor Jakarta, siang tadi.

Terdakwa, jaksa menambahkan, berkoordinasi dengan Miftahul untuk menentukan besaran fee. "Setelah berkoordinasi dengan Miftahul Ulum, disepakati besaran fee untuk Kemenpora lebih kurang 15-19 persen dari total nilai dana hibah yang diterima KONI," Ronald menjelaskan.

Imbalan tersebut diterima sejumlah pejabat Kemenpora. Rinciannya, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga mendapat Rp 400 juta. Mulyana juga menerima mobil Toyota Fortuner dan uang Rp 300 juta. Kemudian ATM Debit BNI dengan saldo Rp 100 juta dan ponsel merek Samsung Galaxy Note 9.

Beberapa penerima lain, misalnya, pejabat pembuat komitmen (PPK) Adhi Purnomo menerima Rp 250 juta. Lalu staf kemenpora Eko Triyanta kecipratan Rp 20 juta. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo11 Maret 2019 | 23:11:23

    Wah bisa kena bosnya beneran nih. Harus bongkar nih pak.

Back to Top