Suap Proyek SPAM

Dua Lagi Pejabat Kementerian PUPR Kembalikan Uang Rp 650 Juta

publicanews - berita politik & hukumPasangan suami-istri Budi Suharto dan Lily Sundarsih, tersangka penyuap pejabat Kementerian PUPR dalam proyek SPAM, di Gedung KPK, Jakarta, 30 Desember 2018. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Lagi, dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR mengembalikan uang diduga dari kasus suap ke KPK. Dengan demikian, ada 57 pejabat telah menyerahkan kembali uang dari proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

"Selain 55 orang yang telah mengembalikan uang sampai akhir Februari 2019 lalu, terdapat 2 orang PPK lainnya yang mengembalikan uang total Rp 650 juta," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/3).

Uang tersebut, Febri menambahkan, telah disita penyidik sebagai bagian dari berkas perkara.

Hari ini, penyidik memeriksa tiga orang saksi, dua diantaranya adalah mantan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) proyek SPAM. Satu saksi lagi yakni eks Kepala Dinas PU di Aceh. Mereka menjadi saksi untuk tersangka Kasatker SPAM Strategis Anggiat Partunggul Nahot Simaremare.

Pemeriksaan masih mendalami dugaan aliran dana dan pelaksanaan proyek yang digarap PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) dan Tashida Sejahtera Perkasa (TSP). Kedua perusahaan dimiliki oleh pasangan suami-istri Budi Suharto dan Lily Sundarsih, serta anak mereka Irene Irma. Mereka menggarap 12 proyek SPAM di seluruh Indonesia.

"Hari ini penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait dugaan aliran uang dari PT WKE pada sejumlah pihak, termasuk tersangka dalam kasus suap pelaksanaan proyek SPAM 2017-2018 di Kementerian PUPR," Febri menjelaskan.

Dalam perkara ini, penyidik menduga ada pengaturan lelang proyek agar dimenangkan WKE dan TSP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top