Suap Proyek SPAM

KPK Panggil Lagi 3 eks Kasatker Kementerian PUPR

publicanews - berita politik & hukumKasatker SPAM Strategis Kementerian PUPR Anggiat Partunggul Nahot Simaremare saat akan diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, 2 Januari 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kembali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga mantan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Kementerian PUPR yang pernah memimpin proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Mereka dimintai keterangan sebagai saksi koleganya Kasatker SPAM Strategis/PPK SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare.

Ketiga saksi adalah Kasatker SPAM Jambi Noptiman, Kasatker SPAM Aceh Sujud, dan Kasatker SPAM Kalsel Azan. Selain itu ada pula satu mantan Kadis PU Aceh 2014 Hasan.

"Para saksi direncanakan diperiksa untuk tersangka ARE dalam kasus dugaan suap terkait dengan proyek penyediaan air minum yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (8/3).

Dalam kasus 'bancakan' proyek penyediaan air bersih ini, penyidik telah memeriksa 25 Kasatker atau mantan Kasatker. Proyek tersebut tersebar di sejumlah daerah Indonesia, Aceh, Lampung, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan NTB. Duya daerah terakhir ini merupakan proyek penyediaan air bersih untuk korban bencana alam di Lombok, Donggala, dan Palu.

https://www.publica-news.com/berita/hukum/2019/03/05/27125/kpk-panggil-3-mantan-kasatker-kementerian-pupr-.html">KPK Panggil 3 Mantan Kasatker Kementerian PUPR

Proyek-proyek tersebut, ujar Febri, semestinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat karena terkait kebutuhan dasar. Namun ternyata KPK menemukan adanya indikasi korupsi di sana.

Sampai hari ini ada 55 pejabat Kementerian PUPR yang sudah mengembalikan uang. Artinya, kata Febri, mereka diduga pernah menerima aliran dana haram. Penyuapnya adalah para tersangka dari PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP), penggarap 12 proyek tersebut.

"Ini jadi pertanyaan juga, kenapa PT WKE dan PT TSP bisa menang secara berturut-turut, bertahun-tahun mengerjakan proyek ini," ujar Febri. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top