TPPU

KPK Buka Lagi Aset Mewah eks Bupati Hulu Sungai Tengah

publicanews - berita politik & hukumBupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif usai pemeriksaan di Gedung KPK, 4 Januari 2018, setelah terjaring OTT. (Foto: Antara5
PUBLICANEWS, Jakarta - Dalam dua hari terakhir ini, KPK memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif.

Kemarin, penyidik memanggil enam saksi, antara lain dari dealer perusahaan otomotif mewah, misalnya Sales Manager Lexus Indonesia Meinisa. Ada pula staf PT Anak Elang Motorindo Ayu. Lalu staf dari perbankan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan terhadap pihak bank untuk menelusuri aliran uang ke rekening Abdul Latif.

"Penyidik mendatangkan saksi dari pihak bank untuk menjelaskan transaksi dalam rekening koran milik tersangka," ujar Febri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/3).

Dua Perantara Suap Bupati HST Dieksekusi ke Lapas Banjarbaru

Latif yang telah divonis 7 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Jakarta dalam kasus suap pembangunan ruang perawatan di RSUD Damanhuri Barabai diketahui punya koleksi mobil mewah dan motor gede (mode). KPK telah menyita delapan unit mobil dan enam unit moge. Mobil dan motor tersebut telah dbawa ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) di Jakarta Barat.

Total ada 23 kendaraan Latif yang disita, sebanyak 16 unit diantaranya kemudian diboyong KPK dari Barabai, Ibukota Kabupaten HST.

"Penyidik mendalami keterangan saksi terkait pembelian dan kepemilikan kendaraan tersangka yang berkaitan dengan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang," kata Febri.

KPK menetapkan lagi Latif untuk dua perkara, yakni gratifikasi dan TPPU, pada 19 Maret 2018. Ia diduga menerima gratifikasi sebesar Rp 23 miliar, yang kemudian disamarkan melalui aset-aset mewah. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top