Suap Perizinan Meikarta

KPK Cermati Lippo Group Lakukan Kejahatan Korporasi

publicanews - berita politik & hukumDirektur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (kanan) dan anak buahnya mendengarkan vonis kasus suap perizinan Meikarta di Pengadilan Tipikor Bandung, Selasa (5/3). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Lippo Group tengah menjadi perhatian KPK dalam dugaan kejahatan korporasi menyusul kasus suap perizinan Meikarta. Sebanyak empat orang dari telah diputus perkaranya di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat.

KPK mendalami fakta-fakta persidangan keempat terdakwa yang diadili bersama-sama itu. Mereka adalah Direktur Operasional Billy Sindoro, dua konsultan Lippo Group Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, serta pegawai Lippo Group Henry Jasmen Sitohang.

"Terkait dengan peran korporasi juga menjadi perhatian KPK," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (5/3) malam.

Dalam surat tuntutan untuk Billy Sindoro, Jaksa KPK menyebut ada sebagian suap untuk Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah dan anak buahnya berasal dari kas Lippo Cikarang. Uang disalurkan melalui anak usahanya PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), pengembang Meikarta.

Diketahui total uang suap yang dikucurkan Lippo Group sebesar Rp 16.182.020.000 dan 270 ribu dolar Singapura. Dari duit sogokan tersebut, sekitar Rp 3,5 miliar disinyalir berasal dari Lippo Cikarang melalui MSU.

Hal ini berdasarkan barang bukti nomor 305, yaitu pengeluaran bank MSU bernomor 512/169/MSU/June, MSU 1706/046 pada 14 Juni senilai Rp 3,5 miliar. Keterangan saksi Town Management Lippo Cikarang Ju Kian Salim per 2016 dan Direktur MSU menguatkan bukti tersebut.

"Kami akan cermati lebih lanjut fakta-fakta yang muncul di sidang dan pertimbangan hakim," Febri menjelaskan.

Hakim dalam sidang pada Selasa (5/3) kemarin menjatuhkan vonis 3,5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan kepada Billy. Kemudian Henry Jasmen diganjar 3 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan.

Adapun dua konsultan Lippo, yakni Taryudi dan Fitradjaja, sama-sama dibui 1,5 tahun dan denda Rp 50 juta.

Vonis untuk Billy lebih rendah 1,5 tahun dari tuntutan Jaksa KPK. Billy dan Jasmen meminta waktu untuk berpikir atas putusan tersebut, begitu juga dengan KPK. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top