KPK Kembali Perpanjang Penahanan Bupati Pakpak Bharat

publicanews - berita politik & hukumBupati Remigo Yolando Berutu seusai pemeriksaan di Geudng KPK, Jakarta Selatan. (foto:Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Bupati nonaktif Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu diperpanjang penahanannya untuk sebukan ke depan. KPK juga melakukan hal yang sama teradap dua tersangka lain dalam kasus dugaan suap proyek infrastruktur di kabupaten di Sumatera Utara itu.

Dua tersangka lainnya tersebut adalah Plt Kadis PUPR David Anderson Karosekali dan swasta Hendriko Sembiring.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari dimulai tanggal 17 Februari 2019-18 Maret 2019 untuk 3 tersangka," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangan tertulisnya, Jumat (15/2).

Ini merupakan perpanjangan kedua. Pada 16 Januari lalu, KPK sudang memperpanjang penahanan ketiganya untuk 40 hari, yakni hingga 25 februari 2019.

Remigo tertangkap operasi senyap di Medan pada Minggu (18/11) dini hari. Bupati berharta Rp 43,7 miliar ini diduga total menerima fee Rp 550 juta. Fee dikumpulkan oleh orang kepercayaan Remigo dari para kepala dinas.

Pada 14 Desember 2018 lalu, KPK menetapkan tersangka keempat, yakni Direktur PT TMU Rijal Efendi Padang. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top