KPK Setorkan Rp 85,4 M Uang Korupsi DGI ke Kas Negara

publicanews - berita politik & hukumKomisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim Jaksa Eksekusi KPK pada Unit Labuksi telah melakukan eksekusi terhadap uang pengganti terpidana korporasi PT Duta Graha Indah (DGI). Sesuai putusan Pengadilan Tipikor, jumlah yang harus dibayar oleh perusahaan yang telah berganti nama PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) adalah uang pengganti Rp 85,4 miliar dan denda Rp 700 juta.

"Uang tersebut telah disetor ke kas negara sehingga menjadi tambahan bagi asset recovery yang dilakukan KPK saat ini," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangan tertulisnya, Kamis (14/2).

Febri juga mengingatkan kepada seluruh lembaga atau badan pemerintah, sesuai amar putusan, DGI atau NKE dicabut haknya untuk mengikuti lelang proyek pemerintah untuk kurun 6 bulan.

"Sanksi ini kami harap sekaligus dapat menjadi pembelajaran bagi korporasi-korporasi lain agar tidak melakukan korupsi," Febri menandaskan.

Pada 3 Januari 2019 lalu, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis DGI bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam 8 proyek pemerintah yang diperoleh dari Muhammad Nazaruddin. Hakim menyebut total keuntungan DGI adalah Rp 240,098 miliar.

DGI atau NKE merupakan korporasi pertama yang jadi tersangka. KPK saat ini tengah menyidik dunia korporasi lainnya, yakni perusahaan pelat merah Nindya Karya dan PT Tuah Sejati. Keduanya menjadi tersangka korupsi pembangunan dermaga Pelabuhan Bebas Sabang. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top