Suap Pembelian Pesawat

Dapatkan Dokumen dari 'KPK Inggris', KPK Segera Tuntaskan Kasus Emirsyah Satar

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Laode M Syarif bersama Wadubes Inggris Rob Fenn seusai pertemuan menyerahkan dokumen di Gedung KPK, Jakarta, Senin (11/2) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Langkah KPK menuntaskan penyidikan kasus dugaan suap pembelian pesawat Airbus di PT Garuda Indonesia menemukan jalan terang. Hari ini, KPK menerima Wakil Dubes Inggris Rob Fenn di Gedung KPK, Jakarta Selatan.

Beberapa waktu lalu, KPK berkirim surat pada Serious Fraud Office (SFO, semacam KPK-nya Inggris, meminta dokumen terkait pembelian mesin pesawat dari Rolls-Royce PLC, perusahaan Inggris.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif usai melakukan pertemuan dengan Wakil Duta Besar Inggris Wakil Dubes Inggris, Rob Fenn di Gedung KPK Jakarta, Senin (11/2) siang.

"Saya berterima kasih karena semua dokumen yang diminta ke SFO sudah berada di tangan KPK. Tunggu saja, kasus Garuda akan segera disidangkan," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif seusai melakukan pertemuan dengan Wakil Dubes Ron Fenn, Senin (11/2) siang.

Kasus ini menjerat mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar. Penyidik menduga Emir mendapatkan suap dalam pembelian 6 unit Airbus A330-200 bermesin Rolls-Royve pada periode 2005-2010 silam.

Emir mendsapatkan 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar AS dari pengendali utama atau beneficial owner Connaught International Pte. Ltd Soetikno Soedarjo. Tikno adalah juga Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA).

Jika dikonversi ke dalam rupiah suap tersebut senilai Rp 20 miliar. Selain itu, Emir juga masih menerima barang senilai 2 juta dolar AS atau setara Rp 26,76 miliar yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Baik Emir maupun Soetikno telah ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga kini penyidik belum menahan keduanya. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top