Suap Dana Hibah KONI

Irjen Kemenpora Pangestu Adi Dipanggil KPK

publicanews - berita politik & hukumSekjen KONI Ending Fuad Hamidy. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenpora Pangestu Adi diagendakan untuk diperiksa KPK sebagai saksi kasus Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy. Ending adalah tersangka penyuap pejabat Kemenpora dalam dana hibah untuk KONI.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EFH (Ending Fuad Hamidy)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (11/2).

Saksi lainnya yang juga dipanggil penyidik KPK adalah Kabid Asisten Deputi Pembibitan sekaligus Tim Verifikasi Kempora Bambang Siswanto.

KPK menduga sepanjang 2018 tota dana hibah Kemenpora untuk KONI sebesar Rp 67,9 miliar. Sebanyak Rp 17,9 yang merupakan pemberian tahan kedua kemudian jadi obyek perkara rasuah.

Sebanyak Rp 50 miliar dana hibah tahap pertama kini tengah dicermati KPK. Dana tersebut juga untuk pembiayaan Pengawasan dan Pendampingan atau wasping atlet SEA Games 2019.

"Dari sejumlah saksi lainnya, selain bantuan wasping tahap 2 sejumlah Rp 17,9 miliar tersebut, KPK juga mencermati mekanisme bantuan Rp 50 miliar yang diterima KONI selama tahun 2018," kata Febri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/2).

Rincian hibah Rp 50 miliar tahap pertama adalah untuk dana wasping Rp 30 miliar dan bantuan operasional KONI sebesar Rp 4 miliar. Kemudian bantuan kelembagaan KONI sebesar Rp 16 miliar.

Dalam OTT pada 18 Desember 2018 malam lalu, KPK kemudian menetapkan tiga pejabat Kemenpora sebagai tersangka penerima suap atau kickback. Mereka adalah Deputi IV Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Adhi Purnomo dan staf Eko Triyanto.

Adapun penyuapnya adalah Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum Jhony E Awuy. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top