Buron Koruptor Rp 106 Miliar Dibekuk Saat Santap Siang di Novotel

publicanews - berita politik & hukumSugiarto Wiharjo alias Alay ketiga dari kiri diamankan tim kejaksaan, Rabu (6/2), di Hotel Novotel, Tanjun Benoa, Bali. (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Tanjung Benoa - Buron pembobol bank Sugiarto Wiharjo alias Alay tak bisa berkutik ketika didatangi tim eksekutor dari Kejaksaan. Alay tengah santap siang bersama keluarga di Hotel Novotel, Tanjung Benoa, Bali, Rabu (6/2).

Dalam video yang beredar, Alay sempat kaget ditemui dua anggota tim kejaksaan berpakain bebas. Namun, ia berupaya menenangkan diri dengan menepuk pundak eksekutor yang memintanya berpindah bangku.

Kasi Penkum Kejati Bali Edwin Beslar dalam keterangannya mengatakan, Alay tengah dalam perjalanan ke Lombok dari persembunyiannya di Jember. Menggunakan Alphard dengan nopol L, Alay dan keluarga singgah di Bali.

"Kami mendapat informasi bahwa terpidana ini berada di Bali dan kami mengikuti terdakwa dan kami dapati terdakwa di Novotel, Tanjung Benoa," kata Edwin dalam keterangannya, kemarin malam.

Alay telah mendapat putusan inkrah dari Mahkamah Agung dengan pidana 18 tahun penjara dan denda Rp 500 juta pada 2014. Ia pun wajib mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 106,8 miliar.

Namun sejak itu Alay menghilang. Pada 2015, Kejaksaan Agung menerbitkan status DPO. KPK kemudian memfasilitasi pelacakan Alay atas permintaan Kejagung pada Mei 2017.

Alay merupakan bekas Komisaris Utama BPR Tripanca Setyadana di Lampung. Kasus korupsi ini melibatakan eks Bupati Lampung Timur dan Bupati Lampung Tengah.

Nilai kerugian yang dialami Pemkab Lampung Timur adalah Rp 107 miliar dan Lampung Tengah mencapai Rp 28 miliar. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo07 Februari 2019 | 12:12:16

    Yah pak kejaksaan, KPK juga yg jadi andalan. Cepek deh.

Back to Top