OTT Pejabat Kemenpora

KPK Telusuri Larinya Dana Hibah Rp 50 Miliar untuk KONI

publicanews - berita politik & hukumPejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenpora Adhi Purnomo (menutupi muka) bersama Deputi IV Mulyana usai menjalani pemeriksaan di KPK. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sepanjang 2018, ternyata total dana hibah Kemenpora untuk KONI sebesar Rp 67,9 miliar. Sebanyak Rp 17,9 yang kemudian jadi obyek perkara rasuah merupakan pemberian tahap dua.

Temuan adanya hibah Rp 50 miliar pada tahap pertama tersebut hasil pengembangan kasus OTT 18 Desember 2018. Seperti hibah Rp 17,9 miliar, yang Rp 50 miliar juga untuk pembiayaan Pengawasan dan Pendampingan atau wasping atlet SEA Games 2019.

"Dari sejumlah saksi lainnya, selain bantuan wasping tahap 2 sejumlah Rp 17,9 miliar tersebut, KPK juga mencermati mekanisme bantuan Rp 50 miliar yang diterima KONI selama tahun 2018," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/2).

Rincian hibah Rp 50 miliar tahap pertama adalah untuk dana wasping Rp 30 miliar dan bantuan operasional KONI sebesar Rp 4 miliar. Kemudian bantuan kelembagaan KONI sebesar Rp 16 miliar.

"Sehingga diduga total dana Kemenpora yang mengalir sebagai bantuan ke KONI di tahun 2018 adalah sejumlah Rp 67,9 miliar," Febri menjelaskan.

Sebelumnya diketahui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Eko Triyanto diduga menerima pemberian atau kickback sekurang-kurangnya Rp 318 juta dari pengurus KONI. 

Kemudian Deputi IV Kemenpora Mulyana mendapatkan Rp 100 juta melalui ATM. Mulyana juga masih menerima 1 unit Toyota Fortuner, 1 unit Samsung Galaxy Note 9, dan uang Rp 300 juta dari Bendahara Umum KONI Jhony E Awuy.

KPK menahan lima tersangka, termasuk tiga pejabat Kemenpora yang namanya disebutkan di atas. Plus Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum Jhony E. Awuy. Mereka ditangkap dalam OTT di tiga lokasi di Jakarta pada 18 Desember 2018 malam. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. SatriaMgnd @Satria08 Februari 2019 | 15:24:06

    Silahkan menikmati uang haram itu manusia rakus..

Back to Top