Suap Dana Hibah KONI

Usai Diperiksa, Tono Suratman Buru-buru Tinggalkan Gedung KPK

publicanews - berita politik & hukumKetua KONI Pusat Tono Suratman (kanan) usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (6/2) pukul 15.11 WIB. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Usai menjalani pemeriksaan, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman enggan memberikan keterangan pada media. Ia buru-buru meninggalkan Gedung KPK.

"Saya hanya memberikan keterangan pada penyidik," ujar Tono dengan langkah buru-buru, Rabu (6/2) sekitar pukul 15.11 WIB.

Sebelumnya Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan terhadap mantan Asisten Operasi Panglima TNI bernama lengkap Valentinus Suhartono Suratman itu untuk mendalami proses pengajuan proposal ke Kemenpora hingga pencairan.

"Sebagai Ketua KONI, tentu kami perlu mengklarifikasi pada saksi seberapa jauh pengetahuannya tentang proposal tersebut dan juga apakah mengetahui adanya dugaan komitmen untuk memberikan suap pada pejabat Kemenpora," ujar Febri melalui keterangan tertulisnya, hari ini.

Ketua KONI Pusat Tono Suratman Dipanggil KPK

Penyidik KPK menduga sebelum proposal diajukan telah ada kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee 19,13 persen dari total anggaran Rp 17,9 miliar, yakni Rp 3,4 miliar.

Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dam Bendahara Umum Jhony W Awuy telah ditetapkan sebagai tersangka penyuap. Adapun penerima suapnya adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen Adhi Purnomo, dan staf Eko Triyanto. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top