Suap Dana Hibah Kemenpora

Ketua KONI Pusat Tono Suratman Dipanggil KPK

publicanews - berita politik & hukumKetua KONI Pusat Tono Suratman dan Menpora Imam Nahrawi sebelum Rapat Terbatas Kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, 28 Mwi 2018. (Foto: Humas Kepresidenan)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman dipanggil KPK dalam perkara suap dana hibah dari Kemenpora. Mayjen TNI (Purn) itu menjadi saksi untuk tersangka Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy.

"Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitas saksi untuk tersangka EFH," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (6/2).

KPK mengidentifikasi ada akal-akalan dalam pengajuan dan penyaluran dana hibah untuk biayaan pengawasan serta pendampingan atau wasping atlet yang dipersiapkan untuk SEA Games 2019 itu.

Sebelum proposal diajukan, diduga telah ada kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee 19,13 persen dari total anggaran Rp 17,9 miliar, yakni Rp 3,4 miliar.

Diduga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Eko Triyanto menerima pemberian atau kickback sekurang-kurangnya Rp 318 juta dari pengurus KONI.

Kemudian Deputi IV Kemenpora Mulyana mendapatkan Rp 100 juta melalui ATM. Mulyana juga masih menerima 1 unit Toyota Fortuner, 1 unit Samsung Galaxy Note 9, dan uang Rp 300 juta dari Bendahara Umum KONI Pusat Jhony E Awuy.

Para tersangka diamankan dalam OTT di tiga lokasi di Jakarta pada 18 Desember 2018 malam. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top