Bupati Nonaktif Lamteng Mustafa Tersangka Gratifikasi Rp 95 M

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Alexander Marwatta memberikan keterangan pers penetapan tersangka Bupati nonaktif Lampung Tengah Mustafa, Rabu (30/1). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjerat mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa. Kali ini, ia ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi dalam proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lamteng tahun 2018.

Penetapan ini merupakan pengembangan kasus suap persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Lamteng 2018. Mustafa telah divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

"KPK membuka penyidikan baru dan menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Mus (Mustafa), Bupati Lampung Tengah periode 2016-2021, sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (30/1). 

KPK menduga Mustafa menerima hadiah atau janji dari calon rekanan proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah. "Dengan kisaran fee sebesar 10 hingga 20 persen dari nilai proyek," Alex menambahkan.

Total dugaan suap dan gratifikasi yang diterima Mustafa kurang lebih sebesar Rp 95 miliar. Mustafa tidak melaporkan penerimaan tersebut pada Direktorat Gratifikasi KPK.

Alex mengatakan, gratifikasi senilai Rp 95 miliar tersebut diperoleh pada kurun Mei 2017 hingga Februari 2018. Rinciannya, Rp 58,6 miliar diperoleh dari 179 calon rekanan dengan menggunakan kode 'IN BM'.

Kemudian Rp 36,4 miliar berasal dari 56 calon rekanan yang disamarkan dengan kode suap 'IN BP'

Untuk kasus penerimaan suap dan gratifikasi tersebut, KPK menyangkakan Mustafa melanggar Pasal 12 huruf | atau Pasal 11 dan Pasal 123 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 54 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. SatriaMgnd @Satria31 Januari 2019 | 13:59:21

    Wagilasehh itu duit abis emang nya iya? Lagian ngapain korup duit nya gak halal bos!!

Back to Top