Dalami Suap Hakim, Ketua PN Semarang Kembali Diperiksa

publicanews - berita politik & hukumKetua PN Semarang Purwono Edi Santosa di lobi Gedung KPK, Jakarta, seusai menjalani pemeriksaan kasus suap terhadap hakim Lasito, 12 Desember 2018. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Pengadilan Negeri Semarang Purwono Edi Santosa kembali dipanggil penyidik KPK. Pada 12 Desember 2018, Purwono pernah dipanggil dalam kasus dugaan suap Bupati Jepara Ahmad Marzuqi kepada hakim Lasito.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, keterangan Purwono masih diperlukan untuk berkas penyidikan Lasito yang menangani kasus praperadilan Marzuqi. Purwono adalah mantan hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Kapasitas saksi diperiksa untuk tersangka LS," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (18/1).

Penyidik KPK menduga Hakim Lasito menerima suap atas putusan praperadilan yang diajukan Marzuqi. Penyelidikan kasus ini dilakukan KPK sejak November 2017. KPK menemukan bukti permulaan yang cukup bahwa Lasito menerima hadiah atau janji dari Bupati Marzuqi.

KPK Panggil Ketua PN Semarang Untuk Anak Buahnya

Marzuqi mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka dalam kasus korupsi dana bantuan parpol oleh Kejaksaan Negeri Jepara. KPK menduga Marzuqi menyuap Lasito sebesar Rp 700 juta yang disamarkan dengan kode 'Ujian' dan 'Disertasi'.

KPK menersangkakan Lasito dengan pelanggaran Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. SatriaMgnd @Satria18 Januari 2019 | 14:14:00

    Mao ajaa di kasih uang kalo akhirnya masuk ke penjara!!

Back to Top