Korporasi Korupsi

Tuntutan Dikabulkan Hakim, KPK Tak Banding Vonis PT DGI

publicanews - berita politik & hukumDirut PT NKE Djoko Eko Suprastowo dan sejumlah karyawan menghadiri sidang putusan dengan terdakwa korporasi mereka di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (3/1) malam. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak akan banding atas vonis terhadap korporasi PT Duta Graha Indah (DGI). Pengadilan Tipikor Jakarta mengukum perusahaan yang telah berganti nama PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) itu denda Rp 700 juta dan uang pengganti Rp 85,49 miliar.

"Setelah melalui proses analisis dan telaah selama masa pikir-pikir, KPK telah memutuskan untuk menerima putusan pengadilan dengan terdakwa PT DGI yang telah berubah nama menjadi PT NKE," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Jumat(11/1).

Secara prinsip, kata Febri, fakta-fakta dan argumentasi yuridis yang diajukan KPK telah dikabulkan hakim. Misalnya, pencabutan hak perusahaan untuk mengikuti lelang dan hukuman uang pengganti.

Dalam putusannya, hakim Pengadilan Tipikor selain menjatuhkan denda dan uang pengganti, juga menghukum NKE tidak boleh mengikuti lelang proyek pemerintah selama 6 bulan.

KPK menilai putusan tersebut adil dan proporsional. Febri menjelaskan, dalam menghukum korporasi, KPK menekankan pada pengembalian aset yang dikorupsi dan pencabutan hak.

"Jangan sampai mematikan korporasi sehingga para karyawan perusahaan menerima akibatnya kehilangan pekerjaan dan penghasilan," katanya.

PT NKE Dilarang Ikut Lelang Pemerintah, Ini Alasan KPK

Mengenai hukuman uang pengganti Rp 85,49 miliar, KPK memberikan perhitungan sebagai berikut:

- Keuntungan yang diperoleh PT DGI dari 8 proyek adalah Rp 240.098.133.310
- Nilai yang telah disetor ke kas negara sebagai eksekusi putusan dengan terpidana Dudung Purwadi (proyek Wisma Atlet dan RS Udayana) Rp 51.365.376.894.
- Uang titipan dalam penyitaan selama penyidikan tersangka PT DGI Rp 35.732.332.179.
- Fee yang telah diserahkan ke Nazaruddin Rp 67.510.189.500.

"Sehingga selisih dari keuntungan yang diperoleh PT DGI dari 8 proyek yang menjadi objek dalam perkara korupsi ini dengan 3 poin berikutnya adalah Rp 85.490.234.736,93," Febri menjelaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top