Suap Proyek PLTU Riau-1

Eks Mensos Idrus Marham Mulai Diadili 15 Januari 2018

publicanews - berita politik & hukumIdrus Marham. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tersangak ketiga dalam kasus suap perjanjian kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 Idrus Marham bakal memulai persidangan pada Selasa (15/1) pekan depan.

Kepastian sidang perdana tersebut disampaikan Humas Pengadilan Tipikor Jakarta Diah Siti Basyariah lewat keterangan tertulis, Kamis (10/1).

"Bertugas sebagai hakim ketua adalah Hakim Yanto," kata Siti. Yanto akan didampingi hakim anggota Hariono, Hastopo, dan Anwarm Titi Sansiwi.

Idrus menjadi tersangka terakhir yang dibawa ke pengadilan. Sedangkan  pemegang saham Blackgold Natural Resources Johannes B. Kotjo sudah divonis oleh Pengadilan Tipikor Jakarta dengan hukuman 2 tahun 8 bulan. 

Sementara eks Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih telah memasuki masa pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Kotjo dinyatakan terbukti bersalah memberikan suap kepada Eni dan Idrus sebesar Rp 4,75 miliar. 

Taipan itu menyuap kedua pejabat agar memuluskan proses kesepakatan kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Kotjo membawa dua perusahaan, yaitu  PT Blackgold Natural Resources dan PT China Huadian Engineering yang bekerja sama dengan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi.

Kasus ini berawal dari penangkapan Eni pada 14 Juli 2018 pukul 15.21 WIB di rumah dinas Idrus di kompleks elite Widya Chandra. Eni diundang Idrus merayakan hari jadi anaknya. 

Saat itu KPK mengamankan Eni berserta uang suap Rp 500 juta.

Perkembangan selanjutnya, Idrus yang menjabat Menteri Sosial mengundurkan diri pada 24 Agustus 2018). Ia mengatakan dirinya pasti akan berstatus tersangka. Eks Sekjen Partai Golkar itu pun menjadi penghuni sel KPK pada akhir Agustus 2018. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Dellapuspita @Della11 Januari 2019 | 11:30:45

    Duh lg yang murni ajalah gausah nyuap" gtu

Back to Top