Suap Perizinan Meikarta

Soni Sumarsono Diperiksa Ulang untuk Bupati Neneng Hasanah

publicanews - berita politik & hukumDirjen Otda Kemendagri Soni Sumarsono saat tiba di Gedung KPK, Kamis (10/1) pagi. (Foto: Publicanews/Hartati) (foto:Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri Soni Sumarsono menjalani pemeriksaan ulang kasus suap perizinan proyek Meikarta. Ia menjadi menjadi saksi untuk berkas perkara Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

"Seharusnya tanggal 7, kemarin ada acara keluarga jadi saya minta tanggal 10," ujar Soni saat tiba di Gedung KPK sekitar pukul 09.40 WIB, Kamis (10/1).

Menurut Soni, pemeriksaannya ini terkait dengan tugas dan fungsi seorang Bupati sebagai kepala daerah. Sebagai Dirjen Otda, ia menjadi pembina kepala daerah.

"Bu Neneng kan kepala daerah, saya kira itu aja, untuk memberikan background kemungkinan besar kebijakan regulasi saja," Soni menjelaskan.

Soni Minta Jadwal Ulang, Aher Belum Datang

Ia juga pernah dimintai keterangan penyidik KPK dalam kasus Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Soni menduga pemeriksaan kali ini juga akan sama.

Dalam kasus proyek properti mewah di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ini penyidik mencium indikasi ada permintaan dari pihak-pihak tertentu untuk mengubah tata ruang demi memuluskan perizinan proyek Meikarta. 

Berdasarkan rekomendasi Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BPKRD) Jawa Barat, Meikarta mendapatkan Izin Peruntukkan Penggunaan Tanah (IPPT) hanya seluas 84,6 hektar. Namun Lippo Group berencana membangun proyek di atas lahan 500 hektar.

KPK menduga Lippo Group memberi suap Rp 7 miliar dari total komitmen Rp 13 miliar kepada Bupati Neneng dan anak buahnya. Suap itu diberikan melalui Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro dan tiga anak buahnya. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top