Suap Perizinan Meikarta

Sempat Salah Komunikasi, Aher Akhirnya Penuhi Panggilan KPK

publicanews - berita politik & hukumMantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (9/1) pagi, untuk menjadi saksi kasus suap perizinan Meikarta. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akhirnya akhirnya mendatangi Gedung KPK di Jakarta Selatan, Rabu (9/1) pukul 10.00 WIB. Ia mengatakan ada kesalahpahaman komunikasi dengan KPK sehingga ia tidak memenuhi panggilan penyidik dalam kasus suap perizinan Meikarta.

"Saya katakan ada miss komunikasi antara saya dengan KPK, tapi alhamdulillah hari ini saya datang untuk memberikan dan menjelaskan ya status Meikarta itu," ujar Aher di depan lobi Gedung KPK, Rabu (9/1).

Aher menambahkan, pada pemanggilan pertama yakni 18 Desember 2018 lalu, ada perbedaan pada alamat yang tertera di amplop dan isi surat. "Maka itu tanggal 19 Desember saya balikin lagi," katanya.

Kemudian pada 7 Januari 2019, surat panggilan untuknya diantar ke rumah dinas lamanya sewaktu masih gubernur.

"Proses pengantaran dari rumah dinas Gubernur ke rumah saya ada hambatan sehingga sampai kemarin saya belum menerima suratnya. Oleh karena itu saya tidak datang, karena saya belum menerima surat," Aher menjelaskan.

Pada Selasa (8/1) pagi, ia berinisiatif menghubungi Call Center KPK dan menjelaskan alasan ketidakhadirannya tersebut. Teleponnya diterima oleh penyidik Taufik.

"Kemudian dikatakan besok saja (hari ini) datang ke KPK tanpa surat panggilan berikutnya. Saya katakan bagus pak, besok saya akan datang," ujar Aher. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top