Pernah Terima Tas Mewah, Dirjen PAS Jadi Saksi eks Kalapas Sukamiskin

publicanews - berita politik & hukumDirjen PAS Sri Puguh Budi Utami saat memenuhi panggilan KPK pada 24 Agustus 2018 lalu. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (PAS) Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami akan dihadirkan dalam sidang jual beli fasilitas sel mewah di Lapas Sukamiskin. Ia menjadi satu dari lima saksi untuk terdakwa mantan Kalapas Wahid Husein.

Sidang akan digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (9/1) besok.

Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan, saksi lainnya adalah supir Ditjenpas Mulyana, dua PNS Lapas Sukamiskin Slamet Widodo dan Yogiswara, dan dokter lapas Dewi Murni Ayu

"Jadi besok akan dilakukan pemeriksaan saksi di proses persidangan," ujar Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (8/1).

Jaksa Penuntut Umum pada KPK akan mengonfirmasi mekanisme pengaturan izin keluar masuk lapas hingga dugaan adanya pemberian sebuah tas pada supir dari Ditjen Pas.

"Tentu saja itu menjadi poin-poin yang kami perhatikan," Febri menambahkan.

Dalam berkas dakwaan Wahid, Jaksa menyebut Fahmi Darmawansyah memberikan sebuah tas mewah merk Louis Vuitton pada Juli 2018. Wahid yang menerima tas tersebut kemudian menyerahkannya kepada Sri Puguh sebagai kado ulang tahun. 

Febri mengatakan, Sri Puguh telah mengembalikan tas tersebut ke KPK, Jaksa kemudian menggunakannya sebagai barang bukti perkara Wahid di Pengadilan Tipikor.

Jaksa KPK mendakwa Wahid menerima sejumlah uang dan barang mewah dari narapidana Fahmi Darmawansyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, serta Fuad Amin.

Dari suami artis Inneke Koesherawaty, Wahid mendapatkan 1 unit Double Cabin 4x4 Mitsubishi Triton, sepasang sepatu boot, sandal Kenzo, 1 buah tas clutch bag merk Louis Vuitton, dan uang Rp 39,5 juta.

Sementara Wawan memberi uang Rp 63,3 juta agar ia bisa check in di sejumlah hotel bersama seorang wanita. 

Lalu dari mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin, Wahid mendapatkan Rp 71 juta, fasilitas pinjaman mobil Toyota Innova, serta biaya menginap di Hotel Ciputra Surabaya selama dua malam. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top