Suap Proyek PUPR

Tidak Menutup Kemungkinan KPK Jerat Korporasi PT WKE dan TSP

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menutup kemungkinan akan menjerat PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) sebagai tersangka korporasi.

Dua perusahaan tersebut diketahui melakukan suap dalam proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dalam pengembangan kasus penyidik menduga terdapat perbuatan sistematis yang dilakukan PT WKE dan TSP untuk menggarap proyek pembangunan SPAM Kementerian PUPR di sejumlah daerah. 

"Kami sudah mengidentifikasi kejanggalan-kejanggalan itu dan tentu sekarang kami dalami dulu pokok perkaranya. Jika ditemukan, misalnya, perbuatan itu terjadi secara sistematis oleh korporasi maka tentu tidak tertutup kemungkinan akan didalami lebih lanjut," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (7/1).

Sejauh ini, ia menambahkan, diduga ada pengaturan lelang sedemikian rupa untuk memenangkan WKE dan TSP. PT WKE diatur menggarap proyek dengan nilai lebih dari Rp 50 miliar, sementara PT TSP menggarap proyek kurang dari Rp 50 miliar. 

"Kami memang menemukan sejumlah kejanggalan ya. Jadi ada dugaan persoalan-persoalan kenapa WKE dan TSP itu kemudian memenangkan sejumlah proyek dan bahkan kami menduga sudah ada dalam tanda kutip pembagian diantara kedua perusahaan ini untuk nilai-nilai proyek tertentu," ujar Febri.

Kendati demikian, Febri menambahkan, pemidanaan terhadap PT WKE dan PT TSP dalam kasus suap proyek pembangunan SPAM di Kementerian PUPR dilakukan bila dalam pengembangan penyidikan ditemukan bukti permulaan yang cukup.

Tak hanya PT WKE dan PT TSP, pihak lain yang diduga terlibat akan juga terus ditelusuri KPK.

"Pelaku lain ini bisa orang-perorangan, bisa korporasi, dengan satu catatan penting kami menemukan bukti permulaan yang cukup," Febri menegaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top