Suap Perizinan Meikarta

Kedua Kalinya Aher Mangkir

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kembali mangkir dari panggilan penyidik KPK. Hari ini Aher tidak datang untuk dimintai keterangan dalam kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.

"Sampai sore ini kami belum mendapatkan pemberitahuan atau informasi alasan ketidakhadiran saksi," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin (7/1).

Atas ketidakhadirannya ini, KPK akan kembali melakukan penjadwalan ulang. Soal waktunya, Febri belum bisa memastikan hal tersebut.

"Nanti akan kami panggil kembali sesuai dengan urutan panggilan yang sudah dilakukan sebelumnya," katanya.

Dalam pemeriksaan terhadap Aher ini sedianya penyidik ingin meminta keterangan proses keluarnya rekomendasi atau proses lainnya terkait perizinan pembangunan properti mewah milik Lippo Group tersebut.

Sebelum memanggil Aher, penyidik telah meminta keterangan mantan wakilnya, Deddy Mizwar. Diduga penyidik tengah mendalami Surat Keputusan Nomor: 648/Kep.1069- DPMPTSP/2017 tentang Delegasi Pelayanan dan Penandatanganan Rekomendasi Pembangunan Komersial Area Proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi. 

Berdasarkan SK tersebut, lahan peruntukan proyek apartemen dan kawasan bisnis Meikarta yang disetujui adalah seluas 84,6 hektar. Namun kenyataannya Meikarta menggunakan lahan 500 hektar di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 

KPK menemukan indikasi akal-akalan, yakni izin mendirikan bangunan (IMB) dibuat mundur atau backdate. Bahkan dalam proses penyidikan ini, KPK juga menggali indikasi permintaan pihak-pihak tertentu untuk mengubah tata ruang Bekasi dengan merevisi Perda agar sesuai keinginan grup perusahaan yang dipimpin taipan James Tjahaja Riady itu. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top