KPK Perpanjang Penahanan Lima Tersangka Suap Dana Hibah KONI

publicanews - berita politik & hukumDeputi IV Kemenpora Mulyana (kiri) seusai menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, Senin (7/1) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Lima tersangka kasus suap penyaluran dana hibah pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) diperpanjang penahannya. Kelimanya masih harus meringkuk di sel tahanan untuk 40 hari ke depan.

"Dimulai tanggal 8 Januari 2019 sampai dengan 16 Februari 2019 untuk lima tersangka," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/1).

Hari ini, KPK memanggil kelimanya untuk pemberitahuan soal perpanjangan penahanan tersebut. Mereka adalah Sekretaris KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum Jhonny E. Awuy.

Kemudian Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Adhi Purnomo, dan staf Eko Triyanto.

Dalami Korupsi Dana Hibah KONI, KPK Panggil Tiga Pejabat Kemenpora

Mengenai pemeriksaan tiga saksi pejabat Kemenpora hari ini, penyidik mendalami tugas dan fungsi mereka dalam penyaluran dana hibah. Juga peran para saksi dalam kedeputian masing-masing.

"Juga terkait peran tim verifikasi dalam melakukan tugasnya memverifikasi proposal-proposal yang masuk dari KONI kepada Kemenpora," Febri menjelaskan.

Ketiga saksi adalah Asisten Deputi III Herman Chaniago, Kabid Asdep Pembibitan/Tim Verifikasi Bambang Siswantodan, dan Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Deputi IV Arsani. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top