Dalami Korupsi Dana Hibah KONI, KPK Panggil Tiga Pejabat Kemenpora

publicanews - berita politik & hukumJubir KPK Febri Diansyah. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik KPK terus mendalami kasus rasuah dana hibah Kemenpora untuk KONI Pusat. Hari ini, penyidik memanggil tiga pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Ketiga saksi tersebut adalah Asisten Deputi III/Tenaga Keolahragaan Herman Chaniago, Kabid Asdep Pembibitan/Tim Verifikasi Bambang Siswantodan, dan Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Deputi IV Organisasi Prestasi Arsani.

"Kepada para saksi, penyidik meminta keterangan untuk tersangka Ending Fuad Hamidy, Sekretaris Jenderal KONI," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (7/1).

Penyidik mengidentifikasi dana hibah ke KONI ini untuk pembiayaan Pengawasan dan Pendampingan atau Wasping. Antara lain, untuk atlet dan pelatih berprestasi multi event internasional dan penyusunan instrumen evaluasi hasil monitoring dan evaluasi atlet berprestasi menuju SEA Games 2019.

Diduga pemeriksaan ketiga pejabat Kemenpora ini untuk mendalami proses pengajuan proposal dari KONI kepada Kemenpora. Dana hibah dari kemenpora kepada KONI sebesar Rp 17,9 miliar.

Penyidik menduga pengajuan dan penyaluran dana hibah sebagai 'akal akalan' dan tidak didasari kondisi yang sebenarnya. Itu pun sebelum proposal diajukan, diduga telah ada kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee 19,13 persen, yakni Rp 3,4 miliar.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima orang tersangka, yakni Sekretaris KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum Jhonny E. Awuy.

Kemudian Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Adhi Purnomo, dan staf Eko Triyanto. Mereka diamankan dalam operasi tangkap tangan yang digelar pada 18 Desember 2018 di tiga lokasi di Jakarta. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top