OTT Kementerian PUPR

Geledah Tiga Lokasi, KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik

publicanews - berita politik & hukumKomisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi masih terus melakukan penggeledahan untuk mendalami kasus dugaan suap proyek ‎pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, ada tiga lokasi yang digeledah pada Kamis (3/1) siang hingga malam hari, yakni kantor Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, rumah tersangka Direktur PT. TSP Irene Irma, dan rumah tersangka PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

"Dari 3 lokasi tersebut disita sejumlah dokumen proyek dan keuangan serta barang bukti elektronik," ujar Febri Diansyah melalui keterangan tertulisnya, Jumat (4/1) pagi.

Diketahui, KPK menetapkan empat pejabat Kementerian PUPR dan empat pihak swasta selaku tersangka kasus ini. Penetapan ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif sekitar 20 orang yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat pekan lalu.

Keempat pejabat Kementerian PUPR yakni Anggiar Partunggul Nahot Simaremare selaku Kepala Satuan Kerja (Kasatker) SPAM Strategis sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung, Meira Woro Kustinah selaku PPK SPAM Katulampa, Teuku Moch Nazar selaku Kasatker SPAM Darurat, dan Donny Sofyan Arifin selaku PPK SPAM Toba I. 

Keempatnya diduga menerima suap dari Budi Suharto selaku Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo, Lily Sundarsih selaku Direktur PT WKE, Irene Irma selaku Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) dan Yuliana Enganita Dibyo selaku Direktur PT TSP. 

Suap itu diberikan agar keempat pejabat Kementerian PUPR itu mengatur lelang proyek pembangunan SPAM tahun anggaran 2017-2018 di sejumlah daerah dimenangkan PT WKE atau PT TSP yang sebenarnya dimiliki oleh orang yang sama. 

Proyek-proyek tersebut berada di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa. Tak hanya itu, pejabat Kementerian PUPR ini juga terima suap untuk mengatur lelang terkait pengadaan pipa HOPE di Bekasi dan di daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top