Suap Proyek PLTU Riau-1

Segera Disidang, Idrus Marham Janji Tetap Kooperatif

publicanews - berita politik & hukumIdrus Marham di Gedung KPK, Jakarta Selatan. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Menteri Sosial Idrus Marham segera menghadapi meja hijau. Hari ini, berkas perkara tersangka kasus suap proyek PLTU Riau-1 itu sudah berpindah tangan dari penyidik KPK kepada penuntut umum.

"Rencana persidangan akan dilakukan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/12).

Menurut Febri, dalam penyidikan Idrus ini KPK telah memeriksa 64 orang saksi. Idrus terseret dalam kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Peranap, Indragiri Hulu, Provinsi Riau.

Jumat pagi tadi, Idrus masih tetap dengan senyum lebar membenarkan ia akan segera diadili di Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Jadi hari ini adalah peningkatan ke tahap kedua (penuntutan) dan tentu nanti pengantarnya adalah sudah diserahkan kepada JPU," ujar Idrus di Gedung KPK, Jakarta Selatan.

Ia berjanji akan terus kooperatif dalam menjalani babak persidangan. "Saya akan seperti biasa, kooperatif," katanya. Ia menyatakan siap menghadapi proses persidangan.

Idrus ditetapkan sebagai tersangka menyusul operasi tangkap tangan terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan pemegang saham BlackGold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo.

Eni yang sudah menjalani sidang didakwa menerima suap Rp 4,8 miliar. Idrus diduga mengetahui dan menyetujui adanya suap tersebut. Bahkan, Kotjo dikabarkan menjanjikan 1,5 juta dolar AS bagi pria 56 tahun asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, tersebut. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top