Proyek Fiktif

Tidak Menutup Kemungkinan KPK Jerat Korporasi Waskita Karya

publicanews - berita politik & hukumilustrasi
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan akan terus mendalami kasus korupsi 14 proyek PT Waskita Karya. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, tidak menutup kemungkinan perusahaan pelat merah tersebut terjerat pidana korporasi.

"Nanti mengalir saja, kalau memang ditemukan fakta yang cukup, alat bukti permulaan yang cukup untuk melangkah ke korporasi atau orang lain pasti akan dilakukan," kata Agus usai memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (17/12). 

Agus menambahkan, KPK belum menentukan pihak-pihak yang bakal dijerat berikutnya. Sebab tim penyidik masih terus mendalami kasus ini.

Dalam kasus proyek fiktif ini KPK telah menetapkan Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013, Fathor Rachman dan Yuly Ariandi Siregar selaku Kabag Keuangan dan Risiko Divisi II Yuly Ariandi Siregar sebagai tersangka.

KPK mengidentifikasi 14 proyek bermasalah yang digarap Waskita Karya. Dari 14 proyek tersebut ada beberapa bagian yang diduga fiktif. Misalnya, dalam sebuah proyek sebagian diduga disubkontrakan oleh para tersangka seolah-olah dikerjakan oleh empat perusahaan subkontraktor. Padahal, sebagian sudah ada yang dikerjakan oleh perusahaan lain. 

Atas subkontrak pekerjaan fiktif ini, perusahaan BUMN itu melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut. Hingga diduga terjadi double budgeting. Oleh pihak subkontraktor, uang tersebut dikembalikan ke WK.

Atas tindakan culas ini, negara diduga mengalami kerugian sekurang-kurangnya Rp 186 miliar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top