Dua Pejabat Dinas PUPR Kota Pasuruan Dipanggil KPK

publicanews - berita politik & hukumWalikota Pasuruan Setiyono usai pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, 5 Oktober 2018. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dua pejabat Dinas PUPR Kota Pasuruan Jawa Timur, dipanggil penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa 2018. Kasus ini menjerat Walikota Pasuruan Setiyono.

Kedua pejabat tersebut adalah Kepala Seksi Perencanaan dan Pengendalian Bidang Binamarga Roni Abas dan Kepala Seksi Perencanaan dan Pengendalian Penataan Bangunan Arif Brillianto.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SET (Setiyono)," kata Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak saat dikonfirmasi, Jumat (14/12)

Dalam kasus ini, penyidik menduga Setiyono menerima hadiah atau janji sekitar 10 persen dari proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkot Pasuruan.

Walikota Setiyono dan 'Trio Kwek-Kwek' Tersangka Kasus Suap Proyek Pasuruan

Nilai suap yang diterima Ketua DPD Partai Golkar Pasuruan dari Muhamd Baqir, pemilik CV M, itu ditaksir Rp 2.297.464.000, ditambah 1 persen untuk Pokja. Pemberian tersebut dilakukan secara bertahap.

Setiyono, bersama Plh Kadis PU Dwi Fitri Nurcahyo dan staf Kelurahan Purutrejo Wahyu Tri Hardianto sebagai pihak penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 a atau Pasal 12 b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kemudian sebagai pihak pemberi, Muhamad Baqir, disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (2) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Dwi Fitri, Wahyu Tri, dan Baqir dikenal sebagai 'Trio Kwek-Kwek', mereka yang mengatur proyek-proyek di lingkungan Pemkot Pasuruan. Lalu menyerahkan fee kepada Walikota Setiyono. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top