KPK Bantah Ombudsman Terkait Maladministrasi Kasus Novel Baswedan

publicanews - berita politik & hukumJuru Bicara KPK Febri Diansyah (foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi membantah keterangan yang disampaikan Ombudsman RI. Bantahan terkait temuan sejumlah maladministrasi dalam penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LAHP), Ombudsman menyebut salah satu penyebab penyidikan kasus ini memakan waktu karena keterangan korban di BAP tidak lengkap. Hal ini menurut Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Pusat Adrianus Meliala, membuat pihaknya kesulitan.

Juru Bicara Febri Diansyah mengatakan Novel sebelumnya telah diperiksa beberapa kali. Pemeriksaan juga pernah dilakukan dengan didampingi oleh Pimpinan KPK di Singapura.

"Jadi keliru juga jika ada pihak-pihak yang mengatakan Novel belum pernah diperiksa sebelumnya," ujar Febri melalui keterangan tertulisnya, Kamis (6/12).

Begitu pula dengan keterangan Ombudsman terkait CCTV di rumah Novel, Febri menegaskan bahwa KPK tidak melakukan penyitaan. Justru menurutnya pihak KPK memberikan salinan master CCTV tersebut pada pihak kepolisian. Adapun pemasangan CCTV itu oleh KPK sebagai bagian dari mitigasi resiko terhadap pegawai KPK.

"Selain itu, jangan sampai Novel menjadi korban dua kali. Novel telah menjadi korban penyerangan yang sampai saat ini masih berdampak pada mata Novel, jangan sampai korban malah diberikan beban untuk membuktikan," ujar Febri menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top