Suap Hakim

Bupati Jepara Gunakan Sandi 'Ujian' dan 'Disertasi'

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi mengidentifikasi penggunaan sandi 'ujian', 'disertasi', dan 'halaman' dalam kasus suap Bupati Jepara Ahmad Marzuqi kepada Hakim Lasito.

Kode tersebut untuk menyamarkan penyerahan uang Rp 700 juta dari Marzuqi kepada hakim praperadilan di Pengadilan Negeri Semarang tersebut. Suap untuk mempengaruhi putusan dalam penetapan tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan parpol.

"Dalam transaksi tersebut sandi yang teridentifikasi digunakan dalam kasus ini adalah ujian, kemudian disertasi, dan halaman. Jadi, 'seribu halaman, disertasinya akan diantar pada saat ujian'. Kira-kira gitu kata-katanya," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/12).

Uang Rp 700 juta diserahkan ke rumah Lasito di Solo, Jawa Tengah, yang dipecah ke dalam Rp 500 juta dan sisanya dalam dolar Amerika Serikat. Uang tersebut diserahkan dalam bungkusan tas plastik Bandeng Presto.

Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah sebelumnya menetapkan Marzuqi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik untuk DPC PPP Kabupaten Jepara tahun 2011-2014. 

Ia lalu mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Semarang pada 2017. Dalam proses praperadilan itulah KPK menduga Marzuqi menyuap Hakim Lasito.

KPK mengenakan pelanggaran Pasal Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor terhadap Marzuqi.

Adapun hakim Lasito dijerat Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 UU yang sama. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top