Permohonan JC Zumi Zola Ditolak Majelis Hakim

publicanews - berita politik & hukumZumi Zola usai mendengarkan pembacaan vonis kasus suap dan gratifikasi di Pengadilan Tipikot Jakarta, Kamis (6/12) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Selain vonis 6 tahun dan denda Rp 500 juta, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta juga menolak permohonan Zumi Zola sebagai Justice Collaborator (JC).

"Majelis hakim sependapat dengan JPU KPK yang tidak menetapkan terdakwa JC," ujar hakim anggota Franky Tambuwun saat membacakan amar putusannya, Kamis (6/12).

Namun Majelis Hakim mengapresiaasi tindakan Gubernur nonaktif Jambi itu yang dinilai berterus terang tentang kesalahannya. Zumi juga dinilai bertikad baik mengembalikan uang Rp 300 juta yang telah ia gunakan untuk biaya umroh.

"Hal tersebutlah sebagai dasar majelis hakim mengurangi pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa," Franky menambahkan.

Zumi Zola terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp 37,4 miliar, 173 ribu dollar AS, dan 100 ribu dollar Singapura. Politikus PAN itu juga menerima 1 unit mobil Toyota Alphard.

Hadiah itu diberikan oleh rekanan penggarap proyek, yaitu Muhammad Imadudin alias Iim, Agus Herianto, Endria Putro, Nicko Handi, Rudy Lidra, dan Jeo Fandy Yoesman alias Asiang. Kemudian Hardono alias Aliang, Yosan Tonius alias Atong, Andi Putra Wijaya alias Andi Kerinci, Kendry Ariyon alias Akeng, dan Musa Effendi.

Hakim juga menyatakan mantan Bupati Jabung Timur itu terbukti menyuap 50 anggota DPRD Provinsi Jambi. Ia bersama-sama dengan Apif Firmansyah, Erwan Malik, Arfan, dan Saifudin memberikan 'uang ketok palu' total Rp 16,3 miliar kepada anggota DPRD. Rinciannya adalah Rp 12,9 miliar dalam pengesahan RAPBD 2017 dan Rp 3,4 miliar untuk RAPBD 2018. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top