Penyuap Walikota Pasuruan Segera Disidang

publicanews - berita politik & hukumWalikota nonaktif Pasuruan Setiyono (rompi oranye) usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (3/12) sore. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tersangka penyuap Walikota nonaktif Pasuruan Setiyono, swasta Muhamad Baqir, segera disidang. KPK telah menyelesaikan berkas penyidikan kasusnya.

"Penyidik hari ini melimpahkan barang bukti dan tersangka MB dalam perkara tindak pidana korupsi suap terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan Tahun Anggaran 2018 ke penuntutan (tahap 2)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/12).

Sidang bagi Baqir rencananya digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya. Total 40 saksi telah diperiksa dalam perkara ini

Penyidik menduga Setiyono menerima hadiah atau janji sekitar 10 persen dari proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM). Proyek tersebut berada di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro di Pemkot Pasuruan.

Setiyono, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Pasuruan diduga mendapatkan commitement fee Rp 2.297.464.000, ditambah 1 persen untuk Pokja. Pemberian tersebut dilakukan secara bertahap.

Setiyono, Dwi Fitri, dan Wahyu Tri sebagai pihak penerima disangkakan melanggar Pasal 12 a atau Pasal 12 b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kemudian sebagai pihak pemberi, Muhamad Baqir, disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (2) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top