OTT Pejabat Pajak

Penyuap Kepala KPP Pratama Ambon Segera Disidang

publicanews - berita politik & hukumAnthony Liando usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Senin (26/11). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tersangka dugaan suap pengurusan pajak di Ambon, pengusaha Anthony Liando, akan segera disidang. Anthony adalah pemilik CV Alam Tunggal yang menyuap Kepala Kantor Pajak Pratama Kota Ambon La Masikamba.

"Hari ini dilakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka dari penyidik ke penuntut umum terhadap tersangka AL," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangan tertulisnya, Jumat (30/11).

Jaksa penuntut memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan Anthony. Sidang rencananya digelar di Pengadilan Tipikor Ambon.

Menurut Febri, sedikitnya 11 saksi telah diperiksa dalam proses penyidikan Anthony. Saksi-saksi yang diperiksa, antara lain, Direktur Pemeriksaan dan Penagihan DJP, PNS pada Kantor Pajak di Bandar Lampung, Kepala KPP Pratama Ambon, ibu rumah tangga, dan pihak swasta.

"Sedangkan AL telah sekurangnya dua kali diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi," Febri menambahkan.

Kepala KKP Pratama Ambon Tersangka Suap Pajak Pengusaha

Anthony tertangkap dalam OTT pada 3 Oktober 2018 di Ambon, Maluku, bersama La Masikamba. Penyidik KPK kemudian juga menetapkan tersangka terhadap Supervisor/Pemeriksa Pajak KPP Pratama Ambon Sulimin Ratmin (SR).

La Masikamba dan Sulimin diduga membantu Anthony untuk mengurangi kewajiban pajak orang pribadi 2016 senilai Rp 1,7 sampai Rp 2,4 miliar. Setelah menjalani komunikasi, disepakati kewajiban pajak Anthony disunat hanya menjadi Rp 1,037 miliar.

Atas kesepakatan tersebut terjadi komitmen pemberian uang sebesar Rp 320 juta yang diberikan bertahap.

Penyidik menjerat Anthony dengan pelanggaran Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara sebagai pihak penerima, Sulimin, disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 undang-undang yang sama jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun La Masikamba dikenakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 dan Pasal 12 B undang-undang yang sama, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Dalam kasus ini, Masikamba dan Sulimin diduga telah membantu Anthony mengurangi kewajiban pajak pribadi tahun 2016 di KPP Pratama Ambon. Totalnya, mencapai Rp1,7 miliar sampai Rp2,4 miliar. Namun, setelah mencapai kesepakatan Anthony hanya membayar Rp1,037 miliar.

Atas perbuatannya, Anthony yang diduga pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan, Sulimin dan La Masikamba sebagai pihak penerima suap disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top