PT NKE Dilarang Ikut Lelang Pemerintah, Ini Alasan KPK

publicanews - berita politik & hukumKomisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi mengatakan, tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada KPK untuk pencabutan hak PT. NKE mengikuti lelang proyek pemerintah sudah sesuai dengan Undang-undang.

Jubir KPK Febri Diansya merujuk pada Pasal 35 ayat (1) angka 6 KUHP yang juga berlaku secara umum, selain Pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi yang berlaku khusus.

Menurut Febri, NKE sebagai korporasi diduga terbukti melakukan korupsi dalam sejumlah proyek pemerintah. "Maka sewajarnya diberikan hukuman tambahan agar dicabut hak bagi korporasi mengikuti lelang proyek pemerintah selama batas waktu tertentu," ujar Febri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/11).

Pelarangan mengikuti tender tersebut agar benar-benar menjadi pembelajaran bagi terdakwa ataupun korporasi lain, bahwa jika korporasi melakukan korupsi, ada risiko tidak dapat melakukan sejumlah kegiatan bisnisnya.

Sebelumnya Jaksa KPK menuntut PT Duta Graha Indah (DGI), yang telah berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE), pidana denda Rp 1 miliar. DGI juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp 188.732.756.416.

KPK berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan dengan seadil-adilnya karena korupsi dilakukan oleh korporasi. Menurut pandangan KPK kejahatan korporasi jauh lebih berisiko merugikan dan berdampak lebih besar, apalagi jika hal tersebut dilakukan secara sistematis.

KPK juga mengingatkan seluruh korporasi agar mematuhi prinsip-prinsip antikorupsi, mulai dari mengikuti proses lelang sesuai aturan, tidak memberikan suap, gratifikasi, uang pelicin atau fasilitas-fasilitas yang dilarang oleh aturan hukum pada para pejabat di Indonesia.

"Jika korporasi mematuhi hal ini, diharapkan ketentuan pidana tentang korporasi dapat berkontribusi positif mendorong persaingan yang lebih sehat berdasarkan kompetensi dan keunggulan yang dikembangkan," Febri menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top