Suap Bupati Pakpak Bharat

Geledah 8 Lokasi, KPK Sita Dokumen Hingga Uang Rp 55 Juta

publicanews - berita politik & hukumKantor Bipati Pakpak Bharat yang disegel KPK saat penggeledahan pada Minggu (18/11) lalu. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Selama dua hari penggeledahan untuk mendalami bukti-bukti kasus Bupati Pakpak Bharat, tim KPK menyita sejumlah dokumen, transaksi perbankan, dan barang bukti elektronik.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penggeledahan pada Senin-Selasa, 19-20 November 2018, itu berlangsung di Kota Medan dan Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

"KPK lakukan penggeledahan di 8 lokasi di Medan dan Kabupaten Pakpak Bharat," ujar Febri Diansyah melalui keterangan tertulisnya, Rabu (21/11).

Di Medan, penyidik menggeledah rumah tersangka Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat David Anderson Karosekali, rumah Bupati Remigo Yolando Berutu, serta kantor dan rumah tersangka Hendriko Sembiring.

Sementara di Kabupaten Pakpak Bharat, empat lokasi yang digeledah adalah Kantor Bupati, Kantor Dinas PUPR, rumah Desa Salak, dan rumah Hendriko.

Febri menambahkan, dari penggeledahan tersebut disita dokumen proyek, HP, CCTV, dan dokumen transaksi perbankan. KPK juga menemukan uang Rp 55juta dari kantor Bupati yang diduga berasal dari salah satu kepala dinas di Pakpak Bharat dan terkait dengan perkara ini.

"Kami menduga sumber uang ke Bupati dari sejumlah Kepala Dinas," kata Febri.

KPK, Febri menambahkan, mengimbau agar para Kepala Dinas yang pernah menerima uang atau disuruh meminta uang pada pihak lain agar bersikap koperatif. "Dan mengembalikan uang tersebut ke KPK. Sikap koperatif tersebut tentu akan kami hargai," ia menegaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top