KPK Dalami Pembicaraan Soal Uang 2,5 Juta Dolar untuk Pencalonan Idrus

publicanews - berita politik & hukumIdrus Marham usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Kamis (8/11) dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pemeriksaan terhadap mantan Menteri Sosial Idrus Marham masih untuk mengonfirmasi bukti-bukti yang telah didapatkan KPK. Penyidik mendalami bagaimana pembicaraan awal antara Idrus saat masih Sekjen Golkar dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih mengenai proyek PLTU Riau-1.

"Bagaimana sebenarnya pembicaraan awal antara Idrus pada saat itu dengan Eni atau dengan pihak-pihak lain. Itu terus kami gali karena kami perlu pertajam bukti-bukti," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/11)

Dalam pemeriksaan tadi, penyidik memutar rekaman komunikasi antara Idrus dengan Eni soal uang 2,5 juta dolar AS yang dimintakan kepada pemilik Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo.

Febri mengatakan, yang tersebut untuk kepentingan Idrus mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar pasca Setya Novanto menjadi tersangka kasus korupsi proyek e-KTP.

"Penyidik perlu memperdalam beberapa fakta terkait hal tersebut," kata Febri.

Idrus sendiri seusai pemeriksaan menyanggah soal permintaan 2,5 juta dolar AS tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui dan meminta wartawan untuk menanyakannya kepada Eni Saragih.

"Enggak pernah saya bilang-bilang ke Kotjo. Ah mana... Nanti sama ibu Eni aja," ujar Idrus. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top