Suap Pembahasan APBD

Hanya Tuntut Zumi Zola 8 Tahun, Ini Alasan KPK

publicanews - berita politik & hukumZumi Zola saat masih menjalani pemeriksaan di KPK. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tuntutan pidana penjara 8 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan terhadap Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola sudah sesuai pertimbangan. Tuntutan yang disampaikan Jaksa KPK dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin itu sudah disetujui pimpinan KPK.

"Tuntutan itu sudah dengan pertimbangan yang cukup ya. Tentu saja karena kami juga melihat, misalnya, dalam beberapa kali pemeriksaan dan di persidangan bahwa terdakwa juga mengakui beberapa perbuatannya dan kami mempertimbangkan hal tersebut," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/11) malam.

Namun, menurut Febri, poin yang tak kalah penting setelah proses hukum terhadap Zumi Zola adalah dugaan aliran dana ke sejumlah anggota DPRD. Hal itu harus dipertanggungjawabkan.

"Kami akan melihat lebih jauh dari fakta-fakta persidangan yang ada dan kami lihat kesesuaian antara satu bukti dengan bukti yang lain dan juga putusan nantinya," Febri menambahkan.

KPK meyakini hakim akan menilai fakta persidangan soal pihak-pihak yang terbukti menerima aliran dana dari informasi- informasi awal yang sudah dibuka di persidangan.

Febri memastikan saat ini pengembangan perkara suap pembahasan APBD Jambi sedang berjalan. KPK tengah mendalami pelaku lain.

Namun Febri mengatakan, KPK tetap harus hati-hati mengingat anggota DPRD yang diproses itu sudah cukup banyak, ada sekitar 149 orang yang tersebar di lebih di 22 provinsi.

"Tentu kalau ada temuan-temuan lain dengan bukti yang cukup kami akan memproses dengan catatan bukti permulaan yang cukup itu sebagai syarat utama untuk melakukan penyidikan," ia menjelaskan.

Zumi Zola didakwa dalam dua perkara, yakni gratifikasi dan menyuap anggota DPRD terkait pertanggungjawaban APBD 2017 dan pembahasan APBD 2018. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top