Idrus Marham Sanggah Ada Restu Golkar dalam Proyek PLTU Riau-1

publicanews - berita politik & hukumIdrus Marham di Gedung KPK saat akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Eni Saragih dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1, Kamis (8/11) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham membantah partainya memberikan 'restu' agar proyek pembangunan PLTU Riau-1 bisa dilakukan.

"Enggak ada. Golkar tidak pernah memberikan suatu restu pada siapapun," ujar Idrus di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/11).

Pernyataan Idrus bertolak belakang dengan pengakuan koleganya Eni Maulani Saragih. Menurut eks Wakil Ketua Komisi VII DPR itu, ia diminta pimpinan Golkar untuk mengawal proyek beranggaran 900 juta dolar Amerika Serikat itu.

Menurut Idrus, ia tidak mengetahui hal itu dan meminta awak media untuk mengonfirmasi kembali kepada Eni. "Oh enggak. Ya tanya Eni dong... Enggak ada," eks Menteri Sosial itu menegaskan.

Eni Saragih: KPK Kantongi Bukti Penyerahan Uang ke Golkar

Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Eni, Idrus, dan bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo.

Penyidik menduga Idrus mengetahui dan memiliki andil atas penerimaan uang dari Ko‎tjo kepada Eni. Sekitar November-Desember 2017, Eni menerima Rp 4 miliar. Kemudian Maret-Juni 2018, istri Bupati terpilih Temanggung itu kembali menerima Rp 2,25 miliar.

Idrus juga diduga telah menerima janji bagian yang sama dengan Eni, yakni 1,5 juta dollar AS. Duit tersebut sebagai imbalan meloloskan Blackgold sebagai konsorsium penggarap proyek yang berlokasi di Penarap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, tersebut. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top