Merintangi Penyidikan

Hukuman Dokter Bimanesh Diperberat Jadi 4 Tahun Penjara

publicanews - berita politik & hukumTerdakwa kasus merintangi penyidikan korupsi e-KTP Bimanesh Sutarjo mendengarkan Setya Novanto dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, 27 April 2018. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman Bimanesh Sutarjo menjadi 4 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Majelis hakim sependapat dengan Jaksa KPK yang menilai vonis terhadap dokter RS Medika Permata Hijau yang menangani Setya Novanto pasca menabrak tiang listrik itu di tingkat pertama terlalu ringan.

"Terdakwa terbukti menyalahgunakan kewenangan sebagai dokter karena menghalangi penyidik KPK atas tersangka kasus korupsi proyek e-KTP," kata majelis hakim tinggi yang diketuai Ester Siregar dalam putusannya dalam sidang pada 25 Oktober 2018.

Salinan putusan Pengadilan Tinggi DKI itu dikeluarkan pada, Senin (5/11). Ester didampingi anggota majelis hakim I Nyoman Sutarna, James Butar-butar, Anthon R Saragih, dan Jeldi Ramdhan.

Sidang banding ini dimintakan oleh Jaksa KPK karena tidak puas dengan putusan Pengadilan Tipikor Jakarta.

Hakim tinggi menolak argumen penasihat hukum bahwa Bimanesh telah membantu penyidik dalam menangani tersangka Setya Novanto. Sebaliknya, hakim menilai perbuatan terdakwa menodai citra, wibawa dunia kedokteran, dan integritas.

"Pidana penjara yang akan dijatuhkan di dalam amar putusan perkara ini sudah memenuhi rasa keadilan masyarakat," begitu bunyi putusan majelis hakim tinggi.

Di Pengadilan Tipikor Jakarta, Bimanesh dihukum 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 1 bulan kurungan. Novanto dirawat di RS Medika Permata Hijau setelah mengalami benjol sebesar bakpao dalam pelariannya ketika hendak ditangkap penyidik KPK. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top