Diduga Terpidana Lain Juga Nyogok untuk Keluar Lapas Sukamiskin

publicanews - berita politik & hukumEks Kalapas Sukamiskin Wahid Husein. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pemeriksaan terhadap dua dokter di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, untuk mendalami mekanisme izin keluar bagi narapidana.

"Bagaimana medisnya dan administrasinya mengenai izin keluar dari tahanan, atau terpidana-terpidana atau warga binaan yang berada di sana," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/10).

Adapun pemeriksaan mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein, penyidik mengonfirmasi adanya dugaan penerimaan lain dari terpidana kasus suap proyek satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) Fahmi Darmawansyah maupun pihak lain.

"Kami duga ada sejumlah barang atau uang lainnya yang diterima tersangka. Kami juga mengidentifikasi apakah ada aliran dana dari terpidana lain selain FD yang sedang diproses saat ini," Febri menambahkan.

Ketiganya diperiksa hari ini sebagai saksi untuk tersangka Fahmi Darmawansyah. Kecuali kedua dokter, saksi Wahid Husein adalah juga tersangka kasus dugaan jual beli fasilitas sel mewah di Lapas Sukamiskin.

Selain Wahid Husein dan Fahmi, ikut menjadi tersangka adalah staf Wahid Husein, yakni Hendry Saputra, dan narapidana pendamping Andri Rahmat.

Barang bukti yang diamankan KPK adalah mobil Mitsubishi Triton Exceed warna hitam dan Mitsubihi Pajero Sport Dakkar warna hitam serta uang Rp 279.320.000 dan 1.410 dollar AS. Kemudian ada catatan-catatan penerimaan uang dan dokumen pembelian serta pengiriman mobil. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top