Suap Proyek PLTU Riau-1

KPK Cermati Dugaan Keterlibatan Direktur PLN Sofyan Basir

publicanews - berita politik & hukumDirut PT PLN Sofyan Basir saat akan menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, 20 Juli 2018, dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK tengah mencermati fakta persidangan terdakwa pemilik Blackgold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo di Pengadilan Tipikor Jakarta. Terutama mengenai dugaan keterlibatan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir dalam kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.

"Hasil persidangan tentu menjadi masukan bagi kita untuk mengembangkannya lebih lanjut," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/10) sore.

Saat ini, status Sofyan masih sebagai saksi. Namun tidak menutup kemungkinan dalam perkembangan penyidikan KPK menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan bos perusahaan setrum plat merah itu menjadi tersangka.

"Seperti apa nanti kita mendalami hasil yang muncul di persidangan, nanti kita pelajari, nanti kita kembangkan. Penyidik yang dengan subjektifitas dia, walaupun itu juga di bawah komando kami tentunya, mereka juga punya analisis, mana yang lebih dulu (menjadi tersangka selanjutnya)," Saut menjelaskan.

Saat dihadirkan sebagai saksi, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih mengungkap ada jatah fee untuk Sofyan. Namun Eni tidak tahu berapa persisnya jatah untuk Sofyan.

Eni pernah menggelar pertemuan dengan Kotjo dan Sofyan di Hotel Fairmont, Jakarta, pada 2017. Dalam pertemuan itu ketiganya membahas perkembangan proyek PLTU Riau-1 yang rencananya akan dilakukan percepatan.

Usai pertemuan, Sofyan meminta untuk berbicara empat mata dengan Kotjo. Eni mendengar dari cerita Kotjo kemudian bahwa ada permintaan fee.

“Biasa, Pak Sofyan minta diperhatikan dan beliau enggak enak kalau ada ibu (Eni). Dan hal-hal sensitif dengan beliau sudah saya selesaikan kemarin,” ujar Eni menirukan ucapan Kotjo. Keterangan Eni ini tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Saat dikonfirmasi perihal tersebut, Saut mengatakan KPK akan terus mengumpulkan barang bukti lainnya, tidak hanya bergantung pada kesaksian istri Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq itu.

"Ya mozaik-mozaik ini kan harus dikumpulkan, pertemuan di mana, kapan, apa pembicaraannya. Itu kan perlu kehati-hatian. Nanti kami dalami, artinya enggak mungkin kan dia (bicarakan) harga bawang di situ," Saut menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top