Suap dan Gratifikasi

Sebelum Jerat Bupati Malang, KPK Geledah 22 Lokasi

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Saut Situmorang seusai konpres penetapan tersangka terhadap Bupati Malang Rendra Kresna di Gedung KPK, Kamis (11/10) sore. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim KPK mulai menyidik kasus dugaan korupsi Bupati Malang Rendra Kresna sejak 4 Oktober 2018. Dari Senin (8/10) hingga mengumumkan penetapan Rendra sebagai tersangka sore ini, tim masih melakukan penggeledahan di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, total lokasi yang digeledah adalah 22 tempat.

"Sejak penyidikan dilakukan pada tangal 4 Oktober 2018, KPK mulai Senin (8/10) sampai hari ini melakukan penggeledahan di 22 lokasi," ujar Saut dalam keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/10).

Adapun 22 lokasi yang digeledah itu, antara lain, Pendopo Kabupaten Malang, kantor dan rumah swasta, rumah PNS, Kantor Dinas Pendidikan, Kantor Bapenda, Kantor PUPR, Kantor BUP, dan Kantor Dinas Bina Marga.

Kemudian Kantor Dinas Ketahanan Pangan, rumah dinas Bupati, kantor Dinas Sosial, Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kantor Dinas Pertanian, rumah saksi Kepala Bidang di Dinas Bina Marga, dan Kantor KorwiI Jatim Nasdem.

"Dari sejumlah lokasi penggeledahan, penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik dan sejumlah uang," kata Saut.

Penyidik menyita uang 15 ribu dolar Singapura dari rumah dinas Bupati Rendra, lalu dari kantor Bina Marga Rp 305 juta, dan dari rumah salah satu Kepala Bidang sebesar Rp 18,950 juta.

Selain penggeledahan, KPK juga merencanakan proses pemeriksaan saksi di Malang. Ia mengingatkan agar semua pihak yang dipanggil untuk koperatif dan menyampaikan informasi secara benar.

Rendra ditetapkan sebagai tersangka untuk dua perkara, yakni suap dan gratifikasi. Dari kedua sangkaan tersebut, politisi NasDem itu diduga menerima uang dengan total mencapai Rp 7 miliar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top