KPK Beberkan Peran Pengurus dan Proyek DGI

publicanews - berita politik & hukumJuru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sidang perdana pembacaan dakwaan perkara korupsi korporasi yang menjerat PT Duta Graha Indah Konstruksi (PT DGIK) digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta hari ini. DGI telah berubah nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE).

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, dalam dakwaan ‎tim jaksa penuntut umum pada KPK akan mengungkap peran-peran pengurus NKE.

"Penuntut Umum KPK akan menguraikan bagaimana peran pengurus korporasi, baik yang menjadi personel pengendali ataupun pihak lain yang terkait," ujar Febri melalui keterangan tertulisnya, Kamis (11/10).

Jaksa juga bakal membeberkan
‎proyek-proyek yang pernah ditangani NKE. Di sana akan terlihat aspek kerugian negara dan pihak-pihak yang diuntungkan.

NKE merupakan korporasi pertama yang‎ menjadi tersangka kasus korupsi proyek pembangunan RS Pendidikan Khusus pada Universitas Udayana (Unud), Bali.

Penyidik KPK menaksir nilai kerugian negara sekitar Rp 25 miliar dari total nilai proyekRp 138 miliar. Pada Maret 2017, KPK menahan Direktur Utama DGI Dudung Purwadi. 

KPK menjerat PT NKE dengan pelanggaran Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor. 

Dalam sejumlah proyek, DGI membayar fee kepada Permai Group untuk memenangkan tender, misalnya dalam Wisma Atlet di Jakabering, Palembang. Permai Group sendiri mencuat setelah kasus Proyek Pusat Pendidikan dan Pelatihan dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor. Kasus ini mengantarkan M Nazaruddin ke balik jeruji besi Lapas Sukamiskin. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top