Suap Proyek PLTU Riau-1

Jaksa Sebut Novanto Dapat Jatah 6 Juta Dolar AS

publicanews - berita politik & hukumTerdakwa Johannes B Kotjo menjalani sidang perdana perkara dugaan suap proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/10). (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pemilik Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo menjalani sidang perdananya dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/10). Ia sekaligus menjadi terdakwa pertama dalam kasus yang juga menjerat eks Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Mentero Sosial Idrus Marham ini.

Sidang mengagendakan pembacaan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam surat dakwaan bernomor 95/TUT.01.04/24//09/2018 itu, Jaksa Ronald Ferdinand Worotikan menguraikan sejumlah aliran uang proyek senilai 900 juta dolar AS tersebut.

"Terdakwa telah memberi uang secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp 4.750 juta dolar AS kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara, yaitu kepada Eni Maulani Saragih selaku anggota Komisi VII DPR RI dan Idrus Marham,"kata Jaksa Ferdinand, Kamis (4/10).

Uang tersebut diberikan supaya Eni membantu terdakwa mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU mulut tambang (MT) Riau-1 antara PT PJBI, Blackgold Resources, dan China Huadian Engineering Company (CEHC) yang dibawa oleh terdakwa.

Pada 2015, terdakwa mengetahui rencana pembangunan PLTU MT Riau-1, sehingga berusaha mencari investor yang bersedia melaksanakan proyek tersebut. Kotjo, ujar Jaksa, berhasil mendapatkan perusahaan asal Tiongkok, yaitu CHEC.

"Dengan kesepakatan apabila proyek berjalan, terdakwa akan mendapat fee sebesar 2,5 persen atau sekitar 25 juta dolar AS dari perkiraan nilai proyek 900 juta dolar AS," Ferdinand menjelaskan.

Fee yang didapat terdakwa rencananya akan dibagikan ke sejumlah koleganya. Rinciannya adalah terdakwa mendapat 24 persen atau sekitar 6 juta dolar AS, Setya Novanto 24 persen, dan Andreas Rinaldi 24 persen.

Kemudian, CEO PT BNR Richard Philip Cecile dijatah 12 persen atau 3,125 juta dolar, Direktur Utama PT Samantaka Batubara Rudy Herlambang dan Chairman BNR Intekhab Khan sebesar 4 persen atau 1 juta dolar AS.

"James Rianto selaku Direktur PT Samantaka Batubara sebesar 4 persen atau 1 juta dolar dan pihak-pihak lain sebesar 3,5 persen atau 875 ribu dolar AS," Jaksa Ferdinand menguraikan dakwaan.

Usai sidang, tak ada tanggapan dari terdakwa Johannes Kotjo. Ia langsung bergegas keluar gedung Pengadilan Tipikor. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top