Direktur PT Borneo Lumbung Energi Nenie Afwani Dicegah ke Luar Negeri

publicanews - berita politik & hukumKomisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan keluar negeri terhadap Direktur PT Borneo Lumbung Energi yakni Nenie Afwani. Pencegahan ini untuk mempermudah pemeriksaan kasus suap proyek PLTU Riau-1.

"Dilakukan pelarangan ke luar negeri terhadap saksi Neni Afwani, swasta selama 6 bulan ke depan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangan tertulisnya, Selasa (18/9).

Surat pelarangan ke luar negeri itu telah dikirim ke Imigrasi sejak Jumat (15/9) pekan lalu. "Agar saat dibutuhkan keterangan saksi, yang bersangkutan tidak sedang berada di luar negeri," Febri menambahkan.

Kemarin, KPK juga telah melakukan pencegahan selama enam bulan terhadap pemilik PT Borneo Lumbung Energi, Samin Tan.

Borneo Lumbung Energi adalah perusahaan tambang batubara, yang diperlukan dalam proyek PLTU Riau-1.

Diketahui dalam kasus suap ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih, bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo, dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top